Tanjung Pauh mudik (Kerinci) — Suasana penuh haru dan khidmat menyelimuti peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW yang digelar di Pondok Pesantren Permata Nusantara Madani. Gema salawat yang dilantunkan bersama berpadu dengan isak tangis haru, menghadirkan suasana religius yang begitu mendalam. Kegiatan tersebut tidak hanya menjadi momentum untuk mengenang kelahiran dan keteladanan Rasulullah SAW, tetapi juga menjadi ajang mempererat silaturahmi antara pimpinan dan keluarga besar pondok pesantren, tokoh masyarakat, para orang tua santri, serta seluruh santri. Sejak awal kegiatan, lantunan salawat dan pujian kepada Nabi Muhammad SAW menggema di tengah-tengah jamaah. Kekhusyukan semakin terasa ketika para hadirin bersama-sama menghayati perjuangan Rasulullah SAW dalam menyampaikan risalah Islam dan membangun umat yang berakhlak mulia. Momen paling mengharukan terlihat ketika doa dan tausiah disampaikan. Sejumlah orang tua santri tampak meneteskan air mata, teringat akan perjuangan dan harapan mereka agar anak-anak yang dititipkan di pondok pesantren tumbuh menjadi generasi yang mencintai Al-Qur’an, berakhlak mulia, serta mampu melanjutkan perjuangan para ulama dan orang-orang saleh. Kehadiran tokoh masyarakat dan orang tua santri juga menjadi bentuk dukungan nyata terhadap keberadaan pondok pesantren sebagai salah satu lembaga pendidikan yang tidak hanya memberikan ilmu pengetahuan, tetapi juga membentuk karakter, akhlak, dan kecintaan generasi muda kepada agama. Pimpinan Pondok Pesantren Permata Nusantara Madani menyampaikan bahwa peringatan Maulid Nabi menjadi pengingat bagi seluruh keluarga besar pesantren untuk senantiasa meneladani akhlak Rasulullah SAW dalam kehidupan sehari-hari. “Maulid Nabi bukan sekadar kegiatan seremonial. Ini adalah momentum untuk kembali mengingat perjuangan Rasulullah SAW sekaligus menanamkan kecintaan kepada beliau dalam diri para santri. Semoga dari pondok ini lahir generasi yang berilmu, berakhlak, mencintai Al-Qur’an, dan bermanfaat bagi masyarakat,” ungkapnya. Kebersamaan yang terbangun dalam kegiatan tersebut menjadi gambaran kuat bahwa pendidikan santri merupakan tanggung jawab bersama. Pondok pesantren, orang tua, dan masyarakat memiliki peran penting dalam membentuk generasi penerus yang memiliki fondasi keimanan dan akhlak yang kokoh. Di tengah lantunan salawat yang terus menggema, suasana haru seakan menyatukan seluruh hati yang hadir. Tidak ada sekat antara pimpinan pondok, ustaz dan ustazah, tokoh masyarakat, orang tua, maupun santri. Semuanya larut dalam kecintaan kepada Rasulullah Muhammad SAW. Peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW tersebut pun diharapkan menjadi momentum untuk semakin memperkuat sinergi antara pondok pesantren dan masyarakat dalam mewujudkan generasi muda yang religius, berkarakter, berprestasi, serta siap menjadi penerus bangsa dan umat di masa mendatang.